“Revitalisasi Tradisi Bahari Sandeq: Dari Identitas Menuju Diplomasi Ekonomi Maritim”
Rahmatika Ridwan, S.Sos
Kolumnis TamuAntropologi Maritim & Tradisi Bahari Mandar
Pemerhati Budaya Pesisir & Antropologi Maritim Mandar. Aktif dalam advokasi pelestarian tradisi perahu Sandeq dan hak nelayan tradisional.
Setiap kali angin timur berembus kencang di bulan Agustus, layar putih segitiga berkejaran di cakrawala Teluk Mandar. Sorak penonton bergemuruh menyambut ketangkasan para passandeq menyeimbangkan cadik bambu di atas puncak ombak. Namun di balik kegagahan Festival Sandeq yang kerap memikat lensa kamera turis, tersimpan kegelisahan eksistensial yang sunyi di perkampungan nelayan Tinambung dan Pamboang.
Keahlian Pembuat Perahu yang Digerus Zaman
Para empu pembuat Sandeq (Tukang Sandeq) yang mewarisi teknik pahat kayu lambung secara otodidak tanpa cetak biru kertas makin uzur. Hutan-hutan pohon kayu lokal berkualitas makin surut, sementara generasi muda pesisir lebih terpikat merantau menjadi buruh migran ketimbang bergulat dengan tajamnya beliung pahat tradisi.
Bila Sandeq hanya direduksi menjadi atraksi seremonial tahunan demi pencairan anggaran pariwisata daerah, lambat laun ia akan mati rasa dan terlempar ke sudut museum yang berdebu. Sandeq harus dimaknai kembali sebagai manifestasi keunggulan riset perkapalan pribumi yang mampu menembus ombak Selat Makassar tanpa setetes pun bahan bakar fosil.
Menghubungkan Mandar dengan Poros Maritim IKN
Dengan berdirinya Ibu Kota Nusantara di pesisir timur Kalimantan, Selat Makassar kini bertransformasi menjadi koridor perairan terpadat di Asia Pasifik. Orang Mandar secara historis adalah perajut hubungan dagang antara Sulawesi dan Kalimantan jauh sebelum konsep negara modern lahir.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat harus menjadikan diplomasi Sandeq sebagai pintu masuk konsorsium logistik perikanan tangkap modern. Jadikan tradisi bahari ini sebagai kurikulum kebanggaan politeknik kelautan, bangun galangan kapal nelayan modern berbasis kayu lestari, dan berdayakan keluarga nelayan agar tidak lagi terperangkap jerat rentenir tengkulak pesisir.
