SitammuNews - Titik Temu Informasi Akurat & Berimbang
teknologiWarta Terverifikasi

Awan Hujan di Atas Kalimantan dan Sumatra Melonjak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memproyeksikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan meningkat tinggi dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan.

PK
Pua KasoMeja Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 11.30 WITA
4 mnt bacaBaru Tayang tayangan
Awan Hujan di Atas Kalimantan dan Sumatra Melonjak
📷 Keterangan:Dokumentasi liputan warta terkait. (Foto: Dok. CNBC Indonesia)
WhatsAppFacebookThreadsX

Jakarta, CNBC Indonesia - Potensi pertumbuhan awan hujan di Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah cukup tinggi. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengatakan ini terjadi setidaknya selama lima hari ke depan. "Kalau Kalimantan Tengah, hari ini sampai dengan lima hari ke depan ini potensinya tinggi untuk pertumbuhan awan. Kalau di Sumatra Selatan, itu mulai besok sampai lima hari ke depannya, ini tinggi," jelas Faisal, Senin (27/10/2026). Dia menjelaskan fenomena ini terjadi tak lepas dari upaya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan BMKG. OMC dilakukan di sejumlah wilayah yang memiliki titik panas cukup banyak. Operasi ini dikombinasikan penggunaan dry ice dengan garam (NaCl) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menjelaskan upaya tersebut dilakukan secara masif atas arahan presiden.

"Kami menggunakan juga pesawat Hercules, CN-295, hingga pesawat lain yang dimiliki oleh TNI," ujar dia. Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi dilaporkan terjadi di wilayah seperti Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan usai upaya OMC serta dry ice dan NaCl dilakukan. Faisal menjelaskan OMC dan dry ice digunakan untuk mengurangi kepekataan asap. Yakni dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkapa di bawah ketinggi 6.000-7.000 kaki. Setelah naik, Matahari akan memicu penguapan dan terbentuk awan hujan. Dari sana, BMKG bakal melakukan penyemaian awan menggunakan NaCl. Sementara itu, Faisal menjelaskan sebagian wilayah Indonesia bakal memasuki musim hujan pada November hingga Desember. Puncak musim hujan disebut terjadi Desember hingga Februari, perlu untuk diwaspadai karena bersifat normal. Dia menambahkan musim hujan rata-rata di Indonesia diperkirakan mundur 20-30 hari.

Penyebabnya karena pengaruh fenomena El

Nino.

(npb/dem)

[Gambas:

Video CNBC]

Bagaimana Tanggapan Anda?

Sampaikan respon Anda terhadap isu warta ini dalam 1 klik

0 suara pembaca
Rujukan Liputan Asli

Baca kelanjutan artikel selengkapnya »

Melanjutkan liputan lengkap dan arsip naskah reportase lapangan via portal resmi CNBC Indonesia.

Baca Selanjutnya
📰 Sumber liputan:CNBC Indonesia
Diverifikasi oleh Redaksi SITAMMUNEWS
Topik Terkait:
”
DR

Dewan Redaksi SitammuNews

Kurator & Redaktur Warta Digital

Berdedikasi menyajikan warta akurat, cerdas, dan berimbang seputar 6 Kabupaten Sulawesi Barat serta kurasi strategis nasional dari sumber terpercaya untuk mencerahkan wawasan publik.

KOTAK ATRIBUSI & TRANSPARANSI REDAKSI
Liputan / Koresponden:

Meja Redaksi Utama SitammuNews

Penyelaras Bahasa & QC Jurnalistik:

Meja Redaktur Pelaksana SitammuNews (Standar PUEBI 5W+1H)

Pemberitaan ini tunduk pada UU No. 40/1999 tentang Pers dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers. Pihak yang merasa dirugikan oleh materi liputan ini berhak mengajukan Hak Jawab dan Klarifikasi 24 Jam ke meja redaksi.
Peluang Karir Mandar

Mencari Pekerjaan di Sulawesi Barat?

Temukan lowongan kerja terverifikasi BUMN, korporasi perkebunan, dan instansi daerah di 6 kabupaten.

Buka Bursa Karir

BACA BERITA TERKAIT LAINNYA

Lihat Semua Kabar