SitammuNews - Titik Temu Informasi Akurat & Berimbang
nasionalWarta Terverifikasi

Kemenkeu, BI dan Bappenas Beberkan PR Ekonomi RI Setahun ke Depan

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga otoritas ekonomi Indonesia mengungkapkan pekerjaan rumah (PR) yang perlu diprioritaskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam.

PK
Pua KasoMeja Redaksi
Selasa, 27 Oktober 2026 pukul 14.30 WITA
6 mnt bacaBaru Tayang tayangan
Kemenkeu, BI dan Bappenas Beberkan PR Ekonomi RI Setahun ke Depan
📷 Keterangan:Dokumentasi liputan warta terkait. (Foto: Dok. CNBC Indonesia)
WhatsAppFacebookThreadsX

Jakarta, CNBC Indonesia - Tiga otoritas ekonomi Indonesia mengungkapkan pekerjaan rumah (PR) yang perlu diprioritaskan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun ke depan. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyoroti partisipasi masyarakat, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong pendalaman pasar keuangan, sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya inovasi dan teknologi. Perbedaan pandangan tersebut muncul dalam sesi dialog di Danantara TIIF 2026, Senin (27/10/2026). Ketiganya diminta menjelaskan aspek yang masih perlu diperkuat untuk mempercepat pencapaian target ekonomi Indonesia.

Suahasil mengatakan, transformasi struktural menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam setahun ke depan. Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam kegiatan ekonomi. "Yang konsumsi tingkatkan konsumsi. Yang produksi tingkatkan produksi," ujar Suahasil. Menurutnya, pemerintah terus menjalankan reformasi struktural, baik di sektor riil maupun keuangan. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan berkontribusi melalui peningkatan konsumsi, investasi, dan ekspor, serta penggunaan produk dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Sementara itu, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menekankan pentingnya pendalaman pasar keuangan untuk mendukung mandat utama bank sentral, yakni menjaga stabilitas.

Menurut Destry, semakin beragam instrumen keuangan dan semakin banyak pelaku pasar yang terlibat, semakin baik pula pembentukan harga atau pricing di pasar keuangan. "Dengan makin banyak produk, partisipan juga makin banyak, pricing-nya akan jadi lebih baik," kata Destry. Sebagai salah satu langkah, BI membuka akses penggunaan surat berharga kuasi-pemerintah yang diterbitkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai instrumen operasi moneter. Perbankan yang memegang surat berharga tersebut kini dapat melakukan transaksi repurchase agreement (repo) dengan BI. Destry mengatakan, BI akan terus mengembangkan instrumen lain untuk memperdalam pasar keuangan. Upaya tersebut dinilai penting bukan hanya untuk menjaga stabilitas, tetapi juga memperluas sumber pembiayaan bagi perekonomian. Target RI Keluar dari Middle Income Trap Berbeda dengan Suahasil dan Destry, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyoroti tantangan struktural yang lebih mendasar, yakni upaya Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

"Kita ini sudah hampir 30 tahun terjebak di dalam middle income trap," kata Rachmat. Ia menyebut pendapatan per kapita Indonesia berada di kisaran US$5.000, sedangkan sejumlah negara tetangga telah mencapai lebih dari US$10.000. Menurutnya, inovasi dan teknologi perlu disebarluaskan agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas dan mendorong peningkatan produktivitas ekonomi. Rachmat mencontohkan inovasi sistem pembayaran digital yang dikembangkan BI. Ia menyebut sistem tersebut telah menjangkau sekitar 70 juta pengguna. Selain itu, ia menyoroti pengembangan industri semikonduktor. Indonesia, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi lokasi perakitan, tetapi perlu membangun ekosistem industri yang lebih kuat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Rachmat mendorong kerja sama dengan negara-negara Asia, termasuk India dan Singapura. "Kita sesama negara Asia tidak perlu bersaing, berkompetisi. Tapi justru harus bekerja sama," ujarnya. Rachmat menambahkan, Bappenas mengusung semangat "tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat". Artinya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya tercermin dalam angka, tetapi juga harus dirasakan oleh kelas menengah dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

(haa/haa)

[Gambas:

Video CNBC]

Bagaimana Tanggapan Anda?

Sampaikan respon Anda terhadap isu warta ini dalam 1 klik

0 suara pembaca
Rujukan Liputan Asli

Baca kelanjutan artikel selengkapnya »

Melanjutkan liputan lengkap dan arsip naskah reportase lapangan via portal resmi CNBC Indonesia.

Baca Selanjutnya
📰 Sumber liputan:CNBC Indonesia
Diverifikasi oleh Redaksi SITAMMUNEWS
Topik Terkait:
”
DR

Dewan Redaksi SitammuNews

Kurator & Redaktur Warta Digital

Berdedikasi menyajikan warta akurat, cerdas, dan berimbang seputar 6 Kabupaten Sulawesi Barat serta kurasi strategis nasional dari sumber terpercaya untuk mencerahkan wawasan publik.

KOTAK ATRIBUSI & TRANSPARANSI REDAKSI
Liputan / Koresponden:

Meja Redaksi Utama SitammuNews

Penyelaras Bahasa & QC Jurnalistik:

Meja Redaktur Pelaksana SitammuNews (Standar PUEBI 5W+1H)

Pemberitaan ini tunduk pada UU No. 40/1999 tentang Pers dan Pedoman Pemberitaan Media Siber Dewan Pers. Pihak yang merasa dirugikan oleh materi liputan ini berhak mengajukan Hak Jawab dan Klarifikasi 24 Jam ke meja redaksi.
Peluang Karir Mandar

Mencari Pekerjaan di Sulawesi Barat?

Temukan lowongan kerja terverifikasi BUMN, korporasi perkebunan, dan instansi daerah di 6 kabupaten.

Buka Bursa Karir

BACA BERITA TERKAIT LAINNYA

Lihat Semua Kabar
8 HP Android dengan kamera AI untuk konten estetikteknologi

8 HP Android dengan kamera AI untuk konten estetik

Jakarta (ANTARA) - Kebutuhan membuat konten visual untuk media sosial semakin beragam, mulai dari foto makanan, potret diri, perjalanan, hingga video pendek unt.

Redaksi SitammuBaca Selengkapnya →
Strategi Mixue Jaga Kualitas Lewat Teknologiopini

Strategi Mixue Jaga Kualitas Lewat Teknologi

JAKARTA — Mixue Indonesia memperkuat strategi ekspansi bisnis melalui pengembangan jaringan waralaba dan pendekatan pemasaran berbasis komunitas.

Redaksi SitammuBaca Selengkapnya →